Rss Feed

Kamis, 20 November 2008

sendiri

Hidupnya tambah sepi, tambah hampa
Malam apa lagi
Ia memekik ngeri
Dicekik kesunyian kamarnya

Ia membenci. Dirinya dari segala
Yang minta perempuan untuk kawannya

Bahaya dari tiap sudut. Mendekat juga
Dalam ketakukan-menanti ia menyebut satu nama

Terkejut ia terduduk. Siapa memanggil itu?
Ah! Lemah lesu ia tersedu: Ibu! Ibu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
<a href='#' style='display:scroll;position:fixed;bottom:5px;right:5px;' title='Back to Top'><img src='http://img195.imageshack.us/img195/4669/backtotop.gif'/></a>